Rabu, 28 Juli 2021

TUGAS : AL QUR'AN (3)

  

Kerjakan Tugas di buku catatan PAI /Al Islam.

Dikumpulkan pada saat kamu boleh luring di sekolahan.

1. Baca dan pahamilah isi Q.S Ali Imron : 190-191.

2, Carilah hubungan antara kuatnya keimanan seseorang dengan perilakunya dalam menggunakan akal pikiraanya serta sebutkan 5 contoh perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Al Qur'an (3) : Isi Q.S. Ali Imron/3 : 190-191 tentang berfikir kritis.

Surat Ali Imran ayat 190-191 menjelaskan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi ulul albab.

 Q.S  Ali Imran merupakan surat ketiga dalam Al Quran. Banyak keutamaan yang terkandung dalam surat Ali Imran. Salah satunya dalam surat Ali Imran ayat 190-191.  

Surat Ali Imran ayat 190-191 menjelaskan tentang penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi ulul albab.

Ulil albab yang diterjemahkan sebagai orang-orang berakal memiliki dua ciri utama yakni dzikir dan pikir.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi yang tanpa ada contoh sebelumnya dan dalam pergantian malam dan siang dan perbedaan waktu keduanya dengan memanjang dan memendek benar-benar merupakan petunjuk-petunjuk dan bukti-bukti yang agung atas keesaan Allah bagi orang-orang yang mempunyai akal-akal yang selamat. (Tafsir Al-Muyassar)

Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi, dari tidak ada menjadi ada serta tanpa ada contoh sebelumnya, dan di dalam pergantian malam dan siang serta perbedaan panjang dan pendeknya waktu, benar-benar terdapat bukti-bukti nyata bagi orang-orang yang berakal sehat yang menunjukkan mereka kepada Sang Maha Pencipta alam semesta, hanya Dia Yang berhak disembah. (Tafsir Al-Mukhtashar)

Sesungguhnya dalam penciptaan dan pembuatan langit dan bumi, pergantian malam dan siang hari dengan sangat rinci, pergantian keduanya dalam waktu yang lama maupun singkat, panas dan dingin, serta peristiwa lainnya itu mengandung dalil yang jelas atas keberadaan, kuasa dan keesaan Allah bagi orang-orang yang berakal sehat. Ayat ini diturunkan ketika suku uraisy meminta Nabi SAW dengan berkata: “ Berdoalah kepada Tuhanmu untuk menjadikan bukit Shafa menjadi emas” Lalu beliau berdoa kepada Tuhan. Kemudian turunlah ayat ini Inna fii khalqissamaawaati, Maka sebaiknya kalian memikirkan hal tersebut. (Tafsir al-Wajiz)

Selasa, 09 Maret 2021

TUGAS: TARIKH (10)

 

ABSENSI: TARIKH (10)

 

MATERI : TARIKH 10

 BAB VII - SELAYANG PANDANG ISLAM DI ASIA 

1. Ada beberapa teori masuknya Islam di China, yaitu melalui perkawinan dan perdagangan

Perkembangan ISlam di China melewati masa lima dinasti yaitu: Masa Dinasti Tang (618-709M), Masa Dinasti Sung (960-1279M), Masa Dinasti Yuan (1279-1368M), Masa Dinasti Ming (1368-1644M), Masa Dinasti Manchu (1644-1912M).

Kebudayaan Islam di CHina diantaranya adalah di bidang ilmu pengetahuan, monumen Sam Po Konh, seni arsitektur dan kaligrafi.

2. Munculnya semangat keislaman di SIngapura, tidak luput dari adanya gerakan yang didirikan oleh umay muslim dan peranan pemerintah baru Singapura. Hal itu ditujukan dengan membentuk Majlis Ugama Islam Singapura(MUIS) tahun 1968.

3. Keberadaan Agama Islam di Thailand tidak bisa dilepaskan dengan Kerajaan PAtani, karena keberadaan Islam diawali atau bermula sejak munculnya Kerajaan Patani. Dengan menggunakan sumber-sumber China, pada abad II Masehi,, di Pantai Timur Semenanjung Tanah Melayu telah muncul suatu negeri bernama Lang-ya-shiu (Langka-suka) yang letaknya kira-kira antara wilayah Songkhla dan Kelantan.

Kebudayaan Islam di Thailand dalam bentuk bangunan adalah munculnya atau dibangunya masjid-masjid dengan keunikan arsitekturnya. Masjid tersebut adalah Masjid Tonson,Haroon, dan Masjid Jawa'. 

4. Budaya Filipina menunjukan kekhasan unik filipina dari negara-negara lain di seluruh dunia. Kekayaan dalam Budaya membuatnya sangat berbeda dan lebih menonjol dari negara lain yakni melalui lukisan, puisi, lagu dan tulisan.

5. Brunei merdeka sebagai negara ISlam di bawah pimpinan Sultan ke -29 Yaitu sultan Hasanal Bolkiah Muizaddin Wadaulah.

6. Kebudayaan di Malaysia merupakan kebudayaan yang multikultural serta multi ras  yang terdiri dari kebudayaan asli Malaysia, China, India, serta kebudayaan dari negara-negara lain yang dibawa oleh penduduk yang saat ini menetap di Malaysia.

7. Kebudayaan Islam di Indonesia bisa dilihat dari iseni tari dan sastra, bangunan (masjid,istana,keraton, makam raja-raja Islam, dan Kaligrafi).

BAB VIII- KEBUDAYAAN ISLAM DI EROPA 

1. Islam masuk ke Benua Eropa melalui empat periode, yaitu: 

1.) Periode Kekhalifahan Islam di Spanyol ( Andalusia) selama kurang lebih 8 Abad dan pemerintahan umat Islam di beberapa pulau, diantaranya Prancis Selatan, Siclia, dan Italia Selatan.

2.) Adanya penyebaran tentara Mongol pada abad ke 13 

3.) Periode Ekspansi Kekhalifahan Turki Usmani sekitar abad 14 dan ke 15 ke wilayah Balkan dan Eropa Tengah.

4.) Periode Kaum imigran Muslim memasuki benua Eropa setelah Perang Dunia ke 2 terutama ke negara-negara Industri seperti: Prancis, Jerman, Inggris Belanda dan Belgia.

2. Bukti kegemilangan kebudayaan arab di Eropa adalah peninggalan Islam yang ada di Spanyol, bertambahnya masyarakat Islam Spanyol, Sisilia, Kreta, Cyprus bahkan sampai daerah Italia yang mengikuti ajaran-ajaran Islam yang dahulunya merupakan MAsyarakat yang menganut kepercayaan Yahusi

3. Faktor-Faktor yang mendukung kemajuan Peradaban Islam di Spanyol adalah adanya penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa, kebijaksanaan penguasa-penguasa yang memelopori kegiatan ilmiah, penegakan toleransi beragama, hubungan kebudayaan yang baik dengan negara-negara lain, munculnya pusat peradaban baru dari Muluk Ath-Thawait.

4. Faktor kemunduran Islam di Spanyol diantaranya disebabkan oleh konflik Islam dengan Kristen, tidak adanya ideologi pemersatu, kesulitan ekonomi, tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan, dan keterpencilan.

5. Tokoh-Tokoh kebudayaan Islam di Turli diantaranya Nefi', seorang satiris, Katip celebi, Evlyia Celebi, dan Mustafa bin Abdullah Muhammad Asat Efendi yang dikenal dengan Galip Dede atau Syah Galip.

6. Hikmah mempelajari Kebudayaan Islam di Eropa diantaranya: Dapat memperoleh Informasi dan pemahaman mengenai asal usul khananah budaya, membentuk watak dan kepribadian umat, memilih aspekm sejarah yang perlu dikembangkan dan meningkatkan pengetahuan.