Selasa, 31 Agustus 2021

Materi : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (1)

 Aqidah Ahlak (7)

Menampilkan Perilaku beiman kepada Hari Akhir :

1. Jujur dalam ucapan.

Jujur dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah shidqu atau shiddiq yang berarti berkata benar atau nyata. Jujur merupakan bentuk kesamaan atau kesesuaian antara kata yang diucapkan dengan perbuatan yang dilakukan, atau antara informasi dan kenyataan. Dalam arti yang lebih luas, jujur artinya tidak melakukan kecurangan, mengikuti kaidah atau aturan yang berlaku dan memiliki kelurusan hati. Jujur merupakan salah satu sifat mulia dari empat sifat wajib Nabi Muhammad SAW yang merupakan sosok mulia dan teladan sempurna bagi seluruh umat manusia. Nabi Muhammad SAW sudah dikenal sebagai pribadi yang jujur dan amanah bahkan sejak beliau belum diangkat menjadi seorang Nabi/Rasul. Orang yang jujur akan dicintai oleh Allah SWT. Jujur membutuhkan keteguhan hati, terkadang terasa berat, pahit, dan mengundang resiko. Tetapi segala sesuatu yang diniatkan karena Allah tentu akan mendapatkan jaminan balasan yang terindah dari Allah pula yaitu berupa surga yang penuh dengan kenikmatan dan keabadian.

Seseorang yang memiliki sifat jujur akan memperoleh kemuliaan dan derajat yang tinggi dari Allah SWT. Hal ini tercermin dalam firman-Nya di dalam al-Quran surat al-Ahzab ayat 35, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang sidiqin (benar), laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.

Dalam agama Islam terdapat beberapa macam sifat jujur yang dibedakan berdasarkan penerapan sifat jujur tersebut; (1) Jujur dalam niatnya atau kehendaknya, artinya seseorang terdorong untuk berbuat sesuatu atau bertindak dengan dorongan dari Allah. (2) Jujur dalam ucapan, yaitu seseorang yang berkata sesuai dengan apa yang dia ketahui atau terima. Ia tidak berkata apapun, kecuali perkataan tersebut merupakan kejujuran. (3) Jujur dalam perbuatan, yaitu seseorang yang beramal dengan sungguh-sungguh sesuai dengan apa yang ada dalam batinnya. (4) Jujur dalam janji, artinya dia selalu menepati janji yang telah diucapkan kepada manusia. Dia hanya mengucapkan janji yang dia tahu bisa dia tepati. (5) Jujur sesuai kenyataan, yang berarti dia menerapkan kejujuran pada segala hal yang dia alami di dalam hidupnya.

2. Tanggung jawab dalam ucapan.

Tanggung jawab adalah melaksanakan segala kewajiban dan berani menaggung segala akibat yang ditimbulkannya.

3. Adil.

Adil  bahasa dari kata 'adala yang berarti lurus atau seimbang, lawan adil adalah dhalim.

Dalam kamus bahasa Indonesia adil diartikan  dengan tidak berat sebelah, tidak memihak, berihkan pada yang benar,berpegang pada kebenran, sepatutnya, tidak sewenang wenang.


IBADAH (5)

MAWARIS DALAM ISLAM

A.  Pengertian Mawaris Dalam Islam

Kata mawaris berasal dari kata waris atau Al-miirats, waritsa yang berarti berpindahnya sesuatu yakni harta yang berupa materi dari seseorang yang disebut sebagai pewaris kepada orang lain yang disebut sebagai ahli waris. Ilmu yang mempelajari hal-hal yang menyangkut waris disebut dengan ilmu mawaris atau dikenal juga dengan istilah fara’id. Kata fara’id atau dalam bahasa arab, mafrud’ah, adalah bagian pada harta peninggalan yang telah ditentukan kadarnya. sedangkan secara istilah mawaris atau Warisan  diartikan sebagai perpindahan harta atau kepemilikan suatu benda dari orang meninggal dunia atau pewaris kepada ahli warisnya yang masih hidup.

Harta warisan atau harta peninggalan dalam ilmu mawaris dikenal dengan sebutan tirkah yang artinya peninggalan. Tirkah diartikan sebagai sesuatu atau harta yang berupa materi  ditinggalkan oleh pewaris atau orang yang meninggal, dan pembagiannya harus sesuai dengan syariat Islam.

Berkaitan dengan mawaris, terdapat beberapa istilah penting yaitu :

1.      Muwaris adalah Orang yang meninggalkan harta Warisan

2   Tirkah Yaitu seluruh harta peninggalan orang yang meninggal dunia sebelum diambil untuk pemeliharaan jenazah, melunasi hutang menunaikan wasiat.

3.      Al irsi, adalah harta warisan yang siap dibagikan kepada ahli waris yang berhak setelah diambil untuk pemeliharaan jenasah, melunasi hutang dan menunaikan wasiat.

4.      Warosah, yaitu harta warisan yang telah diterima oleh ahli waris

B.  Dasar Hukum Mawaris

Hukum mawaris mengatur hal-hal yang menyangkut harta peninggalan (warisan) yang ditinggalkan oleh ahli waris atau orang yang meninggal. Ilmu mawaris dalam islam mengatur peralihan harta peninggalan dari pewaris kepada nasabnya atau ahli warisnya yang masih hidup. Adapun dasar-dasar hukum yang mengatur ilmu mawaris adalah sebagai berikut:

1.      Alqur’an

لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًا مَفْرُوضًا

“Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan”. (QS. An-nisa (4): 7)

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anakanakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, Maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, Maka ia memperoleh separo harta. dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak;n jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), Maka ibunya mendapat sepertiga; jika yangmeninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”.(QS. An-nisa (4): 11)

2.      Al Hadist

إِنَّ اللَّهَ قَسَمَ لِكُلِّ وَارِثٍ نَصِيبَهُ مِنَ الْمِيرَاثِ فَلاَ يَجُوزُ لِوَارِثٍ وَصِيَّةٌ

“Sesungguhnya Allah membagi untuk setiap ahli warisnya sudah mendapatkan bagian-bagiannya. Karenanya tidak boleh ada wasiat untuk ahli waris.” (HR. Ibnu Majah, no. 2712; Tirmidzi, no. 2121. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan

TARIH ISLAM (7)Cara-cara Masuknya Islam Ke Indonesia

Islam masuk ke Indonesia melalui cara-cara berikut ini:

1. Perdagangan

Pedagang-pedagang Islam dari Arab, Persia, dan Gujarat memegang peranan penting dalam penyiaran agama Islam di Indonesia. Masuknya Islam ke Indonesia melalui media perdagangan terjadi pada tahap awal yaitu sejalan dengan ramainya lalu lintas perdagangan laut pada abad ke-7 M hingga abad ke-16 M.

Pada masa itu, para pedagang muslim yang berdagang ke Indonesia semakin banyak sehingga pada akhirna membentuk sebuah pemukiman yang disebut pekojan. Dari tempat inilah mereka saling berinteraksi dan berasimilasi dengan masyarakat setempat atau penduduk asli seraya menyebarkan ajaran agama Islam di Indonesia

2. Perkawinan

Para pedagang Islam yang datang ke Indonesia banyak yang menikah dengan wanita-wanita pribumi. Sebelum perkawinan berlangsung, wanita-wanita pribumi yang beragama Islam diminta untuk mengucapkan syahadat sebagai tanda menerima Islam sebagai agamanya. Melalui proses perkawinan ini, kelompok mereka semakin besar dan lambat laun berkembang dari komunitas kecil hingga menjadi kerajaan-kerajaan Islam.

3. Pendidikan

Penyebaran Islam melalui pendidikan dilakukan melalui pesantren-pesantren, khususnya oleh para kyiai. Semakin terkenal kyiai yang mengajar di sebuah pesantren itu,semakin besar pula pengaruh pesantren tersebut di tengah-tengah masyarakat.

Beberapa pesantren yang terkenal di Indonesia diantaranya Pesantren Ampel Denta, milik Sunan Ampel (Raden Rahmat) dan Pesantren Sunan Giri milik Sunan Giri, yang kebanyakan muridnya berasal dari Maluku. Disamping mengajar di pesantren-pesantren, para kyiai juga sering kali menjadi penasehat para raja ataupun bangsawan.

4. Tasawuf

Penyebaran Islam yang tidak kalah pentingnya ialah melalui tasawuf. Tasawuf ialah ajaran atau cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tasawuf lebih memudahkan orang yang telah mempunyai dasar ketuhanan lain untuk mengerti dan menerima ajaran agama Islam.

Disamping itu, ajaran tasawuf ini memelihara unsur-unsur budaya sebelum Islam diteruskan dalam kehidupan Islam, sehingga Islam mudah diterima oleh masyarakat. Ajaran tasawuf ini banyak di jumpai dalam cerita-cerita babad dan hikayat masyarakat setempat. Beberapa tokoh penyebar tasawuf diantaranya: Hamzah Fansuri, Syamsuddin, Syekh Abdul Shamad, dan Nurdin al-Raniri.

5. Kesenian

Penyebaran agama Islam di Indonesia terlihat juga dalam kesenian Islam, seperti peninggalan seni bangunan, seni musik, seni pahat, dan seni sastra. Hasil-hasil karya seni ini dapat dilihat pada bangunan masjid-masjid kuno di Demak, Banten, Cirebon dan Aceh.

6. Politik

Seorang raja mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar dan memegang peranan penting dalam proses penyebaran agama Islam tersebut. Jika raja sebuah kerajaan memeluk agama Islam, maka rakyatnya akan memeluk agama Islam juga.

Alasannya karena masyarakat Indonesia memiliki kepatuhan yang tinggi terhadap rajanya. Demi kepentingan politik maka Raja akan mengadakan perluasan wilayah kerajaan, yang diikuti dengan penyebaran agama Islam.

7. Dakwah

Pendatang Muslim yang singgah di Indonesia baik yang menetap maupun yang tidak menetap, sebagian dari mereka memang benar-benar sengaja dan berniat untuk berdakwah. Penyebaran Islam melalui berdakwah, bukan hanya dilakukan oleh pendatang dari luar Indonesia.

AL QUR'AN (9)ETOS KERJA

" Duduk sendiri bersempit-sempit, duduk banyak berlapang-lapang." Inilah kenyataan yang terjadi. Jika kita duduk sendiri pikiran terasa sempit, tidak tahu apa yang mesti dikerjakan. Akan tetapi, jika bersama dengan orang lain, hati menjadi terbuka dan kita semakin kreatif untuk berbuat dan menyelesaikan sesuatu yang terbaik. Seperti pesan dalam pepatah " Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing."

A. Memberi Kesempatan kepada Orang Lain : Q.S. Al Mujadalah : 11

Quran Surat Al-Mujadilah Ayat 11

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ 

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa'illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-'ilma darajāt, wallāhu bimā ta'malụna khabīr 

Terjemah Arti: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 

Kesimpulannya adalah:

1. Perintah untuk memberikan kelapangan kepada orang lain dalam majelis ilmu, majelis zikir, dan segala majelis yang sifatnya menaati Allah SWT dan rasul-nya.
2.Allah SWT mengangkat orang-orang beriman atas orang-orang yang tidak beriman beberapa derajat tingginya, dan Allah SWT mengangkat orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan atas orang-orang yang beriman tetapi tidak berilmu pengetahuan beberapa derajat tingginya. Ringkasnya Allah SWT meninggikan derajar orang-orang beriman, teristimewa orang-orang beriman lagi berilmu pengetahuan.



Rabu, 28 Juli 2021

TUGAS : AL QUR'AN (3)

  

Kerjakan Tugas di buku catatan PAI /Al Islam.

Dikumpulkan pada saat kamu boleh luring di sekolahan.

1. Baca dan pahamilah isi Q.S Ali Imron : 190-191.

2, Carilah hubungan antara kuatnya keimanan seseorang dengan perilakunya dalam menggunakan akal pikiraanya serta sebutkan 5 contoh perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Al Qur'an (3) : Isi Q.S. Ali Imron/3 : 190-191 tentang berfikir kritis.

Surat Ali Imran ayat 190-191 menjelaskan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi ulul albab.

 Q.S  Ali Imran merupakan surat ketiga dalam Al Quran. Banyak keutamaan yang terkandung dalam surat Ali Imran. Salah satunya dalam surat Ali Imran ayat 190-191.  

Surat Ali Imran ayat 190-191 menjelaskan tentang penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi ulul albab.

Ulil albab yang diterjemahkan sebagai orang-orang berakal memiliki dua ciri utama yakni dzikir dan pikir.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi yang tanpa ada contoh sebelumnya dan dalam pergantian malam dan siang dan perbedaan waktu keduanya dengan memanjang dan memendek benar-benar merupakan petunjuk-petunjuk dan bukti-bukti yang agung atas keesaan Allah bagi orang-orang yang mempunyai akal-akal yang selamat. (Tafsir Al-Muyassar)

Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi, dari tidak ada menjadi ada serta tanpa ada contoh sebelumnya, dan di dalam pergantian malam dan siang serta perbedaan panjang dan pendeknya waktu, benar-benar terdapat bukti-bukti nyata bagi orang-orang yang berakal sehat yang menunjukkan mereka kepada Sang Maha Pencipta alam semesta, hanya Dia Yang berhak disembah. (Tafsir Al-Mukhtashar)

Sesungguhnya dalam penciptaan dan pembuatan langit dan bumi, pergantian malam dan siang hari dengan sangat rinci, pergantian keduanya dalam waktu yang lama maupun singkat, panas dan dingin, serta peristiwa lainnya itu mengandung dalil yang jelas atas keberadaan, kuasa dan keesaan Allah bagi orang-orang yang berakal sehat. Ayat ini diturunkan ketika suku uraisy meminta Nabi SAW dengan berkata: “ Berdoalah kepada Tuhanmu untuk menjadikan bukit Shafa menjadi emas” Lalu beliau berdoa kepada Tuhan. Kemudian turunlah ayat ini Inna fii khalqissamaawaati, Maka sebaiknya kalian memikirkan hal tersebut. (Tafsir al-Wajiz)

Selasa, 09 Maret 2021

TUGAS: TARIKH (10)

 

ABSENSI: TARIKH (10)

 

MATERI : TARIKH 10

 BAB VII - SELAYANG PANDANG ISLAM DI ASIA 

1. Ada beberapa teori masuknya Islam di China, yaitu melalui perkawinan dan perdagangan

Perkembangan ISlam di China melewati masa lima dinasti yaitu: Masa Dinasti Tang (618-709M), Masa Dinasti Sung (960-1279M), Masa Dinasti Yuan (1279-1368M), Masa Dinasti Ming (1368-1644M), Masa Dinasti Manchu (1644-1912M).

Kebudayaan Islam di CHina diantaranya adalah di bidang ilmu pengetahuan, monumen Sam Po Konh, seni arsitektur dan kaligrafi.

2. Munculnya semangat keislaman di SIngapura, tidak luput dari adanya gerakan yang didirikan oleh umay muslim dan peranan pemerintah baru Singapura. Hal itu ditujukan dengan membentuk Majlis Ugama Islam Singapura(MUIS) tahun 1968.

3. Keberadaan Agama Islam di Thailand tidak bisa dilepaskan dengan Kerajaan PAtani, karena keberadaan Islam diawali atau bermula sejak munculnya Kerajaan Patani. Dengan menggunakan sumber-sumber China, pada abad II Masehi,, di Pantai Timur Semenanjung Tanah Melayu telah muncul suatu negeri bernama Lang-ya-shiu (Langka-suka) yang letaknya kira-kira antara wilayah Songkhla dan Kelantan.

Kebudayaan Islam di Thailand dalam bentuk bangunan adalah munculnya atau dibangunya masjid-masjid dengan keunikan arsitekturnya. Masjid tersebut adalah Masjid Tonson,Haroon, dan Masjid Jawa'. 

4. Budaya Filipina menunjukan kekhasan unik filipina dari negara-negara lain di seluruh dunia. Kekayaan dalam Budaya membuatnya sangat berbeda dan lebih menonjol dari negara lain yakni melalui lukisan, puisi, lagu dan tulisan.

5. Brunei merdeka sebagai negara ISlam di bawah pimpinan Sultan ke -29 Yaitu sultan Hasanal Bolkiah Muizaddin Wadaulah.

6. Kebudayaan di Malaysia merupakan kebudayaan yang multikultural serta multi ras  yang terdiri dari kebudayaan asli Malaysia, China, India, serta kebudayaan dari negara-negara lain yang dibawa oleh penduduk yang saat ini menetap di Malaysia.

7. Kebudayaan Islam di Indonesia bisa dilihat dari iseni tari dan sastra, bangunan (masjid,istana,keraton, makam raja-raja Islam, dan Kaligrafi).

BAB VIII- KEBUDAYAAN ISLAM DI EROPA 

1. Islam masuk ke Benua Eropa melalui empat periode, yaitu: 

1.) Periode Kekhalifahan Islam di Spanyol ( Andalusia) selama kurang lebih 8 Abad dan pemerintahan umat Islam di beberapa pulau, diantaranya Prancis Selatan, Siclia, dan Italia Selatan.

2.) Adanya penyebaran tentara Mongol pada abad ke 13 

3.) Periode Ekspansi Kekhalifahan Turki Usmani sekitar abad 14 dan ke 15 ke wilayah Balkan dan Eropa Tengah.

4.) Periode Kaum imigran Muslim memasuki benua Eropa setelah Perang Dunia ke 2 terutama ke negara-negara Industri seperti: Prancis, Jerman, Inggris Belanda dan Belgia.

2. Bukti kegemilangan kebudayaan arab di Eropa adalah peninggalan Islam yang ada di Spanyol, bertambahnya masyarakat Islam Spanyol, Sisilia, Kreta, Cyprus bahkan sampai daerah Italia yang mengikuti ajaran-ajaran Islam yang dahulunya merupakan MAsyarakat yang menganut kepercayaan Yahusi

3. Faktor-Faktor yang mendukung kemajuan Peradaban Islam di Spanyol adalah adanya penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa, kebijaksanaan penguasa-penguasa yang memelopori kegiatan ilmiah, penegakan toleransi beragama, hubungan kebudayaan yang baik dengan negara-negara lain, munculnya pusat peradaban baru dari Muluk Ath-Thawait.

4. Faktor kemunduran Islam di Spanyol diantaranya disebabkan oleh konflik Islam dengan Kristen, tidak adanya ideologi pemersatu, kesulitan ekonomi, tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan, dan keterpencilan.

5. Tokoh-Tokoh kebudayaan Islam di Turli diantaranya Nefi', seorang satiris, Katip celebi, Evlyia Celebi, dan Mustafa bin Abdullah Muhammad Asat Efendi yang dikenal dengan Galip Dede atau Syah Galip.

6. Hikmah mempelajari Kebudayaan Islam di Eropa diantaranya: Dapat memperoleh Informasi dan pemahaman mengenai asal usul khananah budaya, membentuk watak dan kepribadian umat, memilih aspekm sejarah yang perlu dikembangkan dan meningkatkan pengetahuan.