Rabu, 15 Juli 2020

MATERI : AQIDAH AHLAK (2) : Tanda-tanda Hari Akhir


Peristiwa dan Tanda -Tanda Hari Akhir.
Hari Akhir disebut juga Hari Qiyamat.
Hari Akhir / Hari Qiyamat merupakan hari terakhir, tidak ada lagi hari sesudahnya dalam kehidupan manusia didunia. Hari akhir adalah hari terakhir manusia hidup didunia. Pada hari itu semua mahluk mati, termasuk manusia. Hanya Alloh SWT yang Maha Hidup.
Para ulama membagi hari Qiyamat menjadi dua jenis yaitu Qiyamat Sugro dan Qiyamat Kubro.
Kiamat Sughro yaitu Kiamat yang terjadi dalam skala kecil seperti kematian manusia, gempa bumi, tanah longsor dan banjir.
Kiamat Kubro yaitu hancurnya alam semesta beserta isinya .
Hari Kiamat atau hari akhir merupakan hari yang pasti datang.Akan tetapi, tidak ada orangpun yang mengetahui dengan pasti kapan terjadinya hari tersebut.
Nabi Muhammad SAW juga tidak mengetahui dengan pasti datangnya hari kiamat.
Hanya Alloh SWT. sendiri yang mengetahui dengan pasti datangnya hari Kiamat. Alloh Swt. berfirman seperti berikut :
-          Q.S Al Hajj : 7
-          Q.S. Al Ahzab : 63
-          Q.S. Al A’rof : 187
Tanda-tanda kecil Hari Akhir:
  1. Banyak orang bermegah-megah dalam gedung-gedung yang menjulang tinggi.
b.Lenyapnya ilmu pengetahuan, meluasnya kebodohan.
c.Perzinaan dilakukan secara terang-terangan terjadi dibanyak tempat.
d.Fitnah dan pembunuhan muncul dimana-mana.
e. Umat Islam patuh sepenuhnya kepada umat lain.
f. Banyak terjadi gempa bumi.
g. minuman keras merajalela.
h.Amanah banyak disia siakan.
i.Munculnya dua golongan yang saling membunuh dan mereka masing-masing mangaku memperjuangkan Islam.

Adapun tanda-tanda besar kiamat sebagai berikut :
a.       Matahari terbit dari sebelah barat.
b.Keluarnya sejenis binatang yang aneh bentuknya (dabbah)
c.Keluarnya bangsa Ya’juz dan Ma’juz.
d.Turunnya kembali Nabi Isa A.S.
e.Terjadi gerhana dijazirah Arab.
f.Munculnya dajjal.
g.Terjadinya gerhana di Timur.
h.Terjadinya gerhana di barat.

Nama-nama Hari Akhir
a.       Yaumul Akhir yaitu : Hari Akhir.
b.Yaumul Qiyamah yaitu : hari berbangkit.
c.Yaumul Ba’ats yaitu : hari kebangkitan.
d. Yaumud Din yaitu : hari keputusan.
e. Yaumur Rajifah yaitu : hari gempa besar.
f. Yaumul Tanad yang berarti hari panggil-memanggil.
g. Yaumul Wazni : hari penimbangan.
h. Yaumul Mahsyar : hari berkumpul.
i. Yaumul jaza, yang berarti hari pembalasan.
j.Yaumul Haqqoh : hari kebenaran.
k.Yaumul Taghobun : hari terbukanya segala kecurangan.
l.Yaumuz Zalzalah : hari keguncangan.
m. Yaumul Waid : hari ancaman.
n. Yaumul Khizy : hari menghinakan orang yang durhaka.
o.Yaumul Fasl : hari pemisahan.
p.Yaumun Nusyur : hari kebangkitan.
q. Yaumul Tammah : hari bencana agung.
r. Yaumul Qori’ah : hari membingungkan
s. Yaumul la raiba fiih : hari yang tidak disangsikan lagi terjadinya.
t. Yaumul ghosyiyah : hari pembalasan.
u. Yaumul Jami’ : hari pengumpulan seluruh mahluk.
v. Yaumul Asir : hari penuh kesengsaraan dan kesulitan.
w. Yaumul Talaq : hari pertemuan dg Alloh.
x. Yaumul Saiqoh : hari penuh gemuruh.
y. Yaumul Khulud : hari penetapan untuk kekal disyurga atau dineraka .


Senin, 13 Juli 2020

TUGAS : AL QUR'AN 1

Daftar Hadir Al Qur'an 1

Daftar Al Qur'an ( 1 )

Materi : Al Qur'an 1

Menggali Potensi Akal Dengan Berpikir Kritis Dan Bersikap Demokratis
BAB 1 : 

MENGGALI POTENSI AKAL DENGAN BERPIKIR KRITIS DAN BERSIKAP DEMOKRATIS.

1. Makna Berpikir Kritis dan Sikap Demokratis.

a. Berpikir Kritis.
Berpikir Kritis yaitu berpikir secara bealasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan tentang apa yang harus dipercaya atau dilakukan. Berpikir kritis juga merupakan sebuah pola pikir yang memungkinkan manusia menganalisa masalah berdasarkan data yang relevan sehingga dapat mencari kemungkinan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang terbaik.
Sedangkan menurut pandangan Islam berfikir kritis bearti segala sesuatu hal yang kita temui dan ketahui dikehidupan sehari-hari tidak boleh diterima secara begitu saja tetapi harus dikaji terlebih dahulu asal muasalnya, apakah hal tersebut bertentangan dengan ajaran Islam atau tidak. Adapun contoh berfikir kritis adalah tentang perayaan-perayaan tahun baru, kenapa harus diperingati dari mana asal mulanya dan apakah ada manfaat atau malah lebih banyak mudharatnya ?

b. Sikap Demokratis.
Pengertian demokrasi dapat dilihat dari tinjauan (etimologis) dan istilah (terminologis).
Secara Etimologis, demokrasi terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti  rakyat atau penduduk suatu tempat dan Cratein atau crotos yang berarti kekuasaan atau kedaulatan.
Secara Terminologis, demokrasi adalah mekanisme sistem pemerintahan suatu negara upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara ) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Dalam agama Islam, sejatinya tidak dikenal istilah demokrasi. Orang-orang Islam hanya mengenal kebebasan ( al hurriyah ) yang merupakan pilar utama demokrasi yang diwarisi semenjak jaman Nabi Muhammad saw. termasuk didalamnya kebebasan memilih pemipin, mengelola negara bersama-sama ( syura ), kebebasan mengkritisi penguasa dan kebebasan berpendapat.

2. Ayat Al Qur'an dan Hadits tentang Berpikir Kritis dan bersikap Demokratis.
a. Q.S. Ali Imron/3 : 190 - 191
1. Teks Ayat Q.S. Ali Imron/3 : 190 - 191


2. Arti Keseluruhan Q.S. Ali Imron/3 : 190 - 191 tentang Berfikir Kritis.
Ayat 190 : " Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda ( kebesaran ) Alloh bagi orang-orang yang berakal ."
Ayat 191 : " Yaitu orang-orang yang senantiasa mengingat Alloh dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, dan memikirkan penciptaan langit dan bumi seraya berkata , " Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau,linddungilah kami dari siksa api neraka."

3. Hukum Bacaan Q.S Ali Imron : 190-191
Tajwid Surat Ali-Imran ayat 190:

إِنَّ → ghunnah karena ada nun ditasydid

فِي → mad thobi'i karena ada kasroh diikuti ya' suku

خَلْقِ السَّمَاوَاتِ → idghom syamsyiyah karena ada alif lam (lam ta'rif) bertemu salah satu huruf syamsyiyah yaitu huruf sin, dan mad thobi'i karena da fathah diikuti alif

وَالْأَرْضِ → idhar qomariyah karena ada alif lam (lam ta'rif) bertemu alif

وَاخْتِلَافِ → mad thobi'i karena ada fayhah diikuti alif

اللَّيْلِ → idghom syamsyiyah karena ada alif lam (lam ta'rif) bertemu lam

وَالنَّهَارِ → idghom syamsyiyah karena ada alif lam (lam ta'rif) bertemu nun dan mad thobi'i karena ada fathah diikuti alif

لَآيَاتٍ لِأُولِي → idghom bila ghunnah karena ada tanwin bertemu lam

الْأَلْبَابِ → idhar qomariyah karena ada alif lam (lam ta'rif) bertemu alif, dan mad arid lis sukun karena sebelum waqaf ada mad thobi'i

Tajwid Surat Ali-Imran ayat 191 :

الَّذِينَ → idghom syamsyiyah karena ada alif lam (lam ta'rif) bertemu lam

يَذْكُرُونَ → mad thobi'i karena ada dhommah diikuti wawu sukun

اللَّهَ → tafhim karena ada lam jalalain didahului fathah

قِيَامًا → mad thobi'i karena ada fathah diikuti alif

قِيَامًا وَقُعُودًا → idghom bighunnah karena ada tanwin bertemu wawu tidak dalam satu kalimah

وَقُعُودًا → mad thobi'i karena ada dhommah diikuti wawu sukun

وَقُعُودًا وَعَلَىٰ → idghom bighunnah karena ada tanwin bertemu wawu tidak dalam satu kalimah

جُنُوبِهِمْ → mad thobi'i karena ada dhommah diikuti wawu suku

جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ → idhar syafawi karena ada mim mati bertemu dengan salah satu huruf idhar syafawi yaitu huruf wawu

يَتَفَكَّرُونَ → mad thobi'i karena ada dhommah diikuti wawu sukun

فِي → mad thobi'i karena ada kasroh diikuti ya' sukun

السَّمَاوَاتِ → idghom syamsyiyah karena ada alif lam (lam ta'rif) bertemu salah satu huruf syamsyiyah yaitu huruf sin, dan mad thobi'i karena ada fathah diikuti alif

وَالْأَرْضِ → idhar qomariyah karena ada alif lam (lam ta'rif) bertemu alif

رَبَّنَا → mad thobi'i karena ada fathah diikuti alif

مَا → mad thobi'i karena ada fathah diikuti alif

خَلَقْتَ → qolqolah sughro karena ada salah satu huruf qolqolah bertanda baca sukun atau asli mati

هَٰذَا → mad thobi'i karena ada fathah diikuti alif

بَاطِلًا → mad thobi'i karena ada fathah diikuti alif

بَاطِلًا سُبْحَانَكَ → ihfa' karena ada tanwin bertemu salah satu huruf ihfa' yaitu huruf sin

سُبْحَانَكَ → mad thobi'i karena ada fathah diikuti alif

فَقِنَا → mad thobi'i karena ada fathah diikuti alif

عَذَابَ → mad thobi'i karena ada fathah diikuti alif

النَّارِ → idghom syamsyiyah karena ada alif lam (lam ta'rif) bertemu nun, dan mad arid lis sukun karena sebelum waqof ada mad thobi'i.

4. Isi Q.S. Ali Imron/3 : 190-191 tentang berpikir kritis.

Kandungan Surat Ali-Imran ayat 190-191

1) dalam penciptaan langit dan bumi ada tanda" kekuasaan Allah bagi seorang hamba yg mau mencermatinya , dg cara mentafakkuri atau memikirkan ayat" kauniyah Nya

2) karakteristik / ciri" org yg berfikir ttg tanda" kekuasaan Allah adalah : org yg senantiasa berdzikir kpd Allah dg berbagai keadaannya , org yg selalu menghambahkan diri pada Allah.






Absensi TARIH ISLAM 1

absen Tarih Islam 1ABSENSI TARIH ISLAM 1