Minggu, 10 Januari 2021

Absensi : Akidah Akhlak (2)

 

AQIDAH AHLAK (2) : Mengimani Qodho dan Qodar

 1. Pengertian Iman Kepada Qodho dan Qodar

Beriman kepada Qodho dan qodar berarti kita meyakini adanya ketentuan Alloh Swt yang berlaku bagi seluruh makhluknsebagai bukti kekuasaan-Nya.

Iman kepada Qodho dan Qodar juga berarti percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Alloh Swt telah menentukan segala sesuatu bagi makhluk-Nya, agar manusia bertambah kuat iman dan kesadrannya untuk taat kepada-Nya.

Iman kepada Qodho dan Qodar  merupakan sendi utama dalam agama Islam, hukumnya adalah wajib. Tidak sempurna iman seseorang tanpa mengimani Qodho dan Qodar. Tanpa beriman kepada Qodho dan qodar berarti seseorang tidak mengakui kesempurnaan ilmu Alloh Swt beserta irodah-Nya.

Al Qur'an telah menegaskan bahwa tidak ada sesuatupun yang terjadi dialam ini, melainkan apa yang Alloh Swt kehendaki dan apa yang Alloh ketahui. Orang yang mengingkari Qodho dan Qodar, berarti ia mendustakan ayat-ayat Alloh Swt.


2. Perintah Iman kepada Qodho dan Qodar.

Perintah untuk beriman kepada Qodho dan qodar dijelaskan melalui beberapa ayat Al Qur'an dan hadits Nabi Muhammad saw, diantaranya :

a. Q.S. Al Hadid (57) : 22-23 

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ () لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ () الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Artinya:

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan d

Segala sesuatu yang terjadi atas mahluknya, termasuk yang terjadi pada diri manusia semua tercatat dalam kitab ( lauh mahfudzh), apa yang telah terjadi, apa yang sedang terjadi serta apa yang akan terjadi dimasa datang semua sudah tertuliskan oleh Alloh di lauh mahfudh.


b. Hadits Nabi Muhammad Saw.


 



Rabu, 06 Januari 2021

ABSENSI : AL QURAN (1)

 

ABSENSI : AL QURAN (1)

 

MATERI: AL QUR AN Semester Genap (1)

MEMPEROLEH RAHMAT ALLAH DENGAN BERBUAT IHSAN 

1. Makna Bersyukur Kepada Allah dan Berbuat baik kepada sesama Manusia

a. Bersyukur Kepada Allah

Syukur ialah menunjukan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah Swt. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah. Senantiasa bersyukur dan berterimakasih kpada Allah atas limpahan nikmat Allah walau cobaan datang dan rintangan menghadang, itulah para sifat Nabi dan Rasul Allah yang mulia.

b. Berbuat Baik (Ihsan)

Menurut lughah (bahasa), Al-Ihsanberasal dari kata ahsana-yuhsinu-ihsanan yang artinya membaguskan. Ihsaana ilaihi artinya berbuat baik kepadanya. 

Dalam sebuah riwayat hadist ketika Rasul Saw. ditanya tentang iman, islam, dan ihsan, dan tatkala Jibril as. menanyai Rasul Saw. tentang apa itu ihsan beliau menjawab, ihsan yaitu menyembah atau beramal kepada Allah Swt. seolah-olah engkau melihat-Nya, dan apabila engkau tidak melihat-Nya maka yakinlah bahwa sesungguhnya Allah Swt. melihat engkau.

Ihsan adalah kebajikan, tetapi bukan sekedar kebajikan biasa. Ia adalah puncak kebajikan. Kata ini digunakan untuk dua hal, pertama, memberi nikmat kepada pihak lain, dan kedua, perbuatan baik, karena itu kata ihsan lebih luas dari sekedar memberi nafkah atau nikmat. 

Kepada siapa kita harus berbuat ihsan? Dilihat dari objeknya (pihak-pihak yang berhak mendapatkan perlakuan baik/ihsan dari kita), kita juga harus berbuat ihsan kepada Allah Swt. sebagai sang pencipta dan juga kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya, sebagaimana sabda Rasulullah Saw. berikut "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat ihsan atas segala sesuatu...". (H.R. Muslim).

2. Ayat Al Quran tentang Bersyukur Kepada allah dan berbuat baik kepada sesama Manusia

 (13)وَاِذۡ قَالَ لُقۡمٰنُ لِا بۡنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَىَّ لَا تُشۡرِكۡ بِاللّٰهِ ‌ؕاِنَّ الشِّرۡكَ لَـظُلۡمٌ عَظِيۡمٌ

وَوَصَّيۡنَا الۡاِنۡسٰنَ بِوَالِدَيۡهِ‌ۚ حَمَلَتۡهُ اُمُّهٗ وَهۡنًا عَلٰى وَهۡنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِىۡ عَامَيۡنِ اَنِ اشۡكُرۡ لِىۡوَلِـوَالِدَيۡكَؕ اِلَىَّ الۡمَصِيۡرُ 14

Artinya:

 Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (13)

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. (14)