Selasa, 16 November 2021

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (10)

AQIDAH AHLAK

 1.      Pengertian dan Larangan

Riya’ berasal dari ra’a yang artinya melihat, memperlihatkan. Menurut istilah adalah memperlihatkan suatu amalan ibadah tertentu seperti shalat, dengan tujuan agar mendapat perhatian dan pujian manusia.

Syarat utama diterimanya ibadah adalah ikhlas karena Allah. Amal ibadah yang tercampur dengan niat agar mendapat perhatian dan pujian manusia maka amalan itu disebut riya’ dan amalan itu tertolak serta pelakunya mendapat dosa. Riya’ merupakan perbuatan yang dapat merusak iman, kedudukannya dihukumi sebagai syirku al-asghar atau syirik kecil.

 

2.      Bahaya Riya’

a.      Menjadikan amalan sia-sia dan tidak berpahala, bahkan pelakunya disamakan dengan orang yang tidak beriman /kafir.

b.      Sifat orang munafik.

c.       Perbuatan syirik yang tersembunyi.

d.      Mendatangkan kehinaan dan kerendahan pelakunya dihadapan Allah.

e.      Menambah kesesatan.

 

3.      Cara Menghindari Riya’

a.      Menjaga dan memfokuskan niat dalam beribadah

b.      Membiasakan diri membaca do’a, sebelum maupun sesudah melakukan pekerjaan

c.       Tidak menceritakan amal kebaikan yang paling hebat dan sebagainya

d.      Menghindari sifat sombong, merasa paling benar

e.      Selalu beristighfar kepada Allah dan memohon perlindungan.

 

D. Nifak

 

1.      Pengertian dan Larangan Riya'

Nifak secara bahasa artinya berpura-pura, orang yang suka berpura-pura disebut dengan munafik. Nifak adalah orang yang menampakan kebaikan dan menyembunyikan kejahatan, dengan lidahnya mereka mengaku beriman tetapi hati mereka menertawakan apa yang diucapkan.

 

وَٱللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُۥ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ لَكَٰذِبُونَ

“dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya, dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.

 

2.      Ciri-ciri
a. menghalangi orang beriman dalam menegakkan hokum Allah dan Sunnah Rasul

b. mengajak kepada kekufuran dan kefasikan

c. berbuat kerusakan

d. berdasarkan hadits ada empat ciri orang munafik : apabila ia berkata ia selalu berbohong, apabila berjanji ia mengingkari, apabila diberi amanah ia mengkhianati, apabila bermusuhan ia berlaku curang.

 

3.      Bahaya Nifak

a.      Menjadikan hidup gelisah, tidak tenang dan ombang ambing dalam kesesatan

b.      Tidak mendapat hidayah dari Allah

c.       Disediakan azab yang pedih di dunia dan akhirat.



B. Diyat

 

         Pengertian

Bermakna denda. Secara istilah adalah sebuah harta baik berupa uang maupun barang sebagai pengganti qishas karena dapat ampunan dari keluarga korban.

 


 Dasar Hukum 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِصَاصُ فِى ٱلْقَتْلَى ۖ ٱلْحُرُّ بِٱلْحُرِّ وَٱلْعَبْدُ بِٱلْعَبْدِ وَٱلْأُنثَىٰ بِٱلْأُنثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِىَ لَهُۥ مِنْ أَخِيهِ شَىْءٌ فَٱتِّبَاعٌۢ بِٱلْمَعْرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَٰنٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya” (QS.al-Baqarah : 178).

 

1.              Sebab-sebab

a.      Pembunuhan yang disengaja dan dimaafkan oleh keluarga korban

b.      Pembunuhan tidak sengaja

c.       Pembunuhan seperti disengaja

d.      Pelaku lari sebelum qishas

e.      Memotong atau membuat cacat anggota badan dan dimaafkan

2.              Macam-macam

a.      Diyat mughallazah / denda berat ialah membayar 100 ekor unta secara tunai taerdiri atas 30 ekor unta betina umur 3-4 tahun, 30 ekor unta betina 4-5 tahun, dan 40 unta betina yang bunting.

Berlaku kepada :

1)      Pelaku pembunuh yang disengaja dan dimaafkan

2)      Pembunuh tidak sengaja dilakukan di tanah suci Makkah

3)      Pembunuh tidak sengaja dilakukan pada bulan haram (zul’aqaidah, zulhijjah, muharram, dan rajab)

4)      Pembunuh tidak sengaja yang dilakukan terhadap mahram, kecuali orangtua terhadap anaknya.

b.      Diyat mukhaffafah / denda ringan ialah membayar 100 ekor unta tidak secara tunai/dicicil. Terdiri atas 20 ekor unta hiqqah, 20 ekor unta jadza’ah, membayar 20 ekor unta betina berumur 2 tahun, membayar 20 ekor unta jantan umur 2 tahun, dan 20 ekor unta betina umur 1 tahun.

Diwajibkan kepada :

1)      Pembunuhan tidak sengaja dilakukan di slain tanah suci, bulan haram dan bukan kepada haram nikah dan dibayar selama 3 kali dalam 1 tahun

2)      Sengaja melukai anggota badan dan mendapat maaf dari keluarga korban.

 

c.       Diyat selain pembunuh

1)      Membayar penuh bagi pelaku memotong anggota tubuh yang berpasangan/vital

2)      Membayar setengah diyat bagi yang memotong salah satu anggota tubuh yang berpasangan

3)      Membayar sepertiga jika melukai kepala sampai otak, luka badan sampai perut

4)      Membayar 15 ekor unta jika melukai sampai putusnya jari tangan atau kaki

5)      Membayar 5 ekor unta bagi yang melukai gigi sampai terlepas

 

3. IBADAH / FIKIH           

h

Hi       Hikmah Diyat

a.      Mencegah terjadinya kejahatan atas diri orang lain

b.      Dapat meringankan penderitaan keluarga korban

c.       Mewujud ketengangan dan ketentraman dalam jiwa.



TARIH ISLAM.

Faktor Kemunduran Peradaban Islam di Dunia

 

1.      Faktor penyebab kemunduran dunia Islam

a.      Faktor dari dalam

Sebab kemunduran yang berasal dari dalam masyarakat/ kekuasaan Islam itu sendiri, diantaranya :

1)      Perpecahan di kalangan masyarakat/kekuasaan Islam

2)      Konservatisme karya-karya agama

Sikap kolot atau menentang perubahan dan perkembangan pemikiran keagamaan.

3)      Kecaman al-Ghozali terhadap filsafat dan rasionalisme

Tokoh muslim yang mengecam ilmu filsafat yang menekankan nasionalisme.

4)      Ketergantungan para ulama kepada kekuasaan

Menunjukan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan yang terjadi antara kebudayaan tertentu berkaitan dengan kebajikan penguasa.

b.      Factor dari luar

1)      Serangan dari bangsa Mongol

Setiap kali tantara yang berkebudayaan kekerasan khas alam padang rumput itu menyerang suatu Kawasan, bias dipastikan akan luluh lantak, tak tersisalah Kawasan itu.

2)      Kebangktan kaum system di Eropa

Desakan kekuasaan kaum muslimin yang merambah wilayah Eropa sedikit demi sedikit mengakibatkan kebangkitan kaum Kristen di Eropa.


AL QUR'AN dan HADITS

Membaca dan Menghafal Sesuai dengan Tajwid

 

QS. An-Nisa ayat 32

 

وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبُوا۟ ۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكْتَسَبْنَ ۚ وَسْـَٔلُوا۟ ٱللَّهَ مِن فَضْلِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا

QS. At-Taubah ayat 105

 

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ


  

Selasa, 09 November 2021

TUGAS PAI BP (9)

 Tugas Individu.

Kerjakan tugas ini dengan prosedur sebagai berikut :

1. Amati kondisi sosial masyarakat dilingkungan kalian .

2. Lakukan identifikasi itu termasuk perbuatan syirik, atau tahayul ataubid;ah atau khurofat.

3. Dari amalan yang sudah kalian identifikasi, kategorikan kedalam empat jenis perbauatan tersebut (syirik,tahayul,bid;ah atau khurofat ).

4. Jelaskan alasan kalian meilih dan mengelopokkan amalan tersebut kedalam kategori syirik,tahayu;, bid'ah atau khurofat.

5. Kerjakan tugas tersebut diatas di kertas folio,kumpulkan dimeja B Sri Mulyani di ruang guru.

6. Terima ksih dan semangat belajar .


PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (9)

 AKIDAH AHLAK

- Syirik adalah menyekutukan Alloh Swt dengan sesuatu.

- Syirik dikelompokkan kedalam syirik kecil dan syirik besar.

- Dosa syirik tidak diampuni oleh Alloh Swtdan Alloh Swt mengampuni dosa selain syirik.

-Tahayul adalah kepercayaan terhadap perkara ghaib , yang kepercayaan itu hanya didasarkan pada kecerdikan akal, bukan didasarkan pada sumber Islam baik Al Qur'an maupun Al Hadits.

- Bid'ah adalah menambah-nambahi atau mengada -adakan dalam urusan agama yang tidak ada tuntunannya dalam Al Qur'an dan Al Hadits.

- Khurofat adalah  suatu kepercayaan, keyakinan,pandangan dan ajaran yang sesungguhnya tidak memiliki dasar dari agama.

- Riya' adalah memamerkan kebaikan dengan maksud agar mendapat pujin dari orang lain.

- Nifak adalah menampakkan kebaikan dan menyembunyikan kejahatan.Orangnya disebut Munafik.

- Riddah adalah keluar dari agamaIslam dan kembali kekafirannya. Orangnya disebut Murtad.

- Fasik adalah melanggar hukum-hukum Alloh Swt padahal ia mengetahui.


FIKIH / IBADAH

- Hudud ialah batasan- batasan (ketetapan-ketetapan) yang ditentukan Alloh Swt. terkait hukuman yang diberikan kepada orang-orang yang melanggar larangan-larangan tertentu.

- Diyat ialah sebuah harta " Tegakkan hukuman-hukuman baik berupa barang maupun uang sebagai pengganti qishas karena mendapat ampunan dari keluarga korban.

- Dasar hukum hudud , Q.S Al Baqoroh/2: 178 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِى الْقَتْلٰىۗ اَلْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْاُنْثٰى بِالْاُنْثٰىۗ فَمَنْ عُفِيَ لَهٗ مِنْ اَخِيْهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ ۢبِالْمَعْرُوْفِ وَاَدَاۤءٌ اِلَيْهِ بِاِحْسَانٍ ۗ ذٰلِكَ تَخْفِيْفٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗفَمَنِ اعْتَدٰى بَعْدَ ذٰلِكَ فَلَهٗ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

    178. Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) qisas berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi barangsiapa memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah dia mengikutinya dengan baik, dan membayar diat (tebusan) kepadanya dengan baik (pula). Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Barangsiapa melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih.

    - Prinsip hudud (menegakkan hukum-hukum) Alloh " (H.R Ibnu Majah)

    - Dasar hukum Diyat, meliputi asas legalitas , tidak berlaku surut, kesamaan dihadapan hukum, praduga tidak bersalah, tidak sahnya hukuman karena keraguan.

    - Macam-macam hudud yaitu : zina, menuduh berzina, meminum minuman keras, mencuri, menyamun, merampok dan merompak dan perusuh.

    - Macam-macam Diyat , meliputi : mugholadhoh, mukhofafah dan selain pembunuh.


    TARIH ISLAM.

    1. Kemunduran peradaban Islam digambarkan sebagai perkembangan kehidupan sufi yang cenderung kepaa bathiniah semata, dengan mengabaikan pola kehidupan lahiriah / keduniaan yang rasional, pola kehidupan taqlid kepada tradisi budya dianggap sudah mapan dengan mengabaiakn bahkan menutup kemungkinana ijtihad dan penalaran.

    2.  Keterpurukan dunia Islam secara umum ditandai oleh beberapa hal sebagai berikut :

    a. Semakin jauhnya umat Islam dari Al Qur'an dan AsSunnah.

    b. Terbelunggunya akal pikiran umat Islam  sehingga hancurlah semangat jihad dan ijtihad.

    c. Sempitnya cara umat Islam dalam memahami ajaran Islam.

    d. Umat Islam sudah tidak mau  mempraktekan ajaran Islam yang termuat dalam Al Qur'an dan Al Hadits.

    e. Umat Islam tidak bersatu, terpecah-pecah.

    3. Faktor-faktor kemunduran kerajaan diantaranya adalah :

    a. Ketidakcakapan para pemimpin dan terjadinya dekadensi moral yang melanda para pemimpin.

    b. Lemahnya sistem pemerintahan, pertahanan dan ekonomi.

    c. Gagalnya kebijakan pemusatan pemerintahan dan ekonomi.

    d. Konflik berkepanjangan dengan kerajaan Utsmani.

    e. Terjadinya konflik intern dan perebutan keuasaan di kalangan keluarga istana.


    AL QUR'AN dan AL HADITS.

    1. Q.SAn Nisaa ; 32 berisi penjelasan tentang semangat para sahabat Nabi Saw didalam beramal dan bekerja dengan didasari keimanan, sehingga menghasilkan semangat bekerja dengan jujur dan amanah karena selalu merasa diawasi Alloh dalam setiap langkahnya.

    2. H.R At Thabrani berisi dorongan untuk profesional dalam bekerja agar mendapatkan kecintaan Alloh. Dan menerangkan tujuna utama bekerja dalam pandangan Islam adalah meraih kesuksesan dunia akhairat.

    3. Q.S At Taubah/9 : 105 berisi tentang perintah untuk bekerja dengan jujur,amanah dan tanggung jawab serta menghindari sifat curang dan dusta sebab setapamal perbuatan kelak dimintai pertanggung jawabannya.

    4. H.R. Al Bukhari berisi tentan amal perbuatan dan pekerjaan yang utama dan mulia yang dapat membawa umat ini pada lemandirian dan penuh dedikasi.

    Minggu, 07 November 2021

    Materi Pengingat Diri

     9 Keutamaan dan Manfaat Sholat Dhuha, Lancar Rezeki Hingga Urusan Dunia


    Sholat Dhuha merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Sebab terdapat keutamaan dan manfaat sholat Dhuha yang begitu besar.
    Berdasarkan hadist riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah, "Kekasihku Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku dengan tiga perkara. (1) puasa tiga hari dari setiap bulan, (2) dua rakaat sholat Dhuha, dan (3) agar aku sholat witir sebelum tidur."

    1. Dibuatkan Istana di Surga
    Nabi Muhammad SAW dalam hadits riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah bersabda mengenai keutamaan sholat dhuha 12 rakaat. Bagi yang mengerjakan akan diberikan Allah SWT istana di surga.

    "Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga."

    2. Diampuni Dosanya
    Allah SWT akan mengampuni umat-Nya yang mengerjakan sholat Dhuha di pagi harinya. Hal itu sesuai dalam hadist Rasulullah dalam riwayat Tirmidzi,

    "Siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan."

    3. Mencegah Penyakit
    Dikutip dari buku 'Berkah Shalat Dhuha' karya M Khalilurrahman Al Mahfani, seorang profesor medis Dr Ha Ali Saboe dan Prof Dr Vanshreber mengatakan bahwa setiap gerakan sholat memiliki manfaat kesehatan agi tubuh yang tak terhingga.

    Ia melihat bahwa gerakan sholat dapat mengurangi, dan bahkan dapat mencegah penyakit jantung. "Setiap penyimpangan dari gerakan sholat akan mengubah fungsi dan manfaat yang ada, dan dalam syariat, hal itu tidak dibenarkan." tulis dia.

    4. Manfaat Sholat Dhuha untuk Rezeki
    Dalam hadits riwayat Turmudzi, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman, 'Wahai anak Adam, bersholat lah untuk-Ku empat rakaat pada permulaan siang, niscaya akan Aku cukupi kebutuhannmu pada sore harinya."

    5. Waktu Terbaik untuk Berdoa
    Anas bin Malik Radhianllahu anhu berkata, saya melihat Rasulullah SAW pada waktu berpergian, melakukan sholat Dhuha sebanyak delapan rakaat, setelah selesai beliau bersabda,

    "Sesungguhnya saya sholat penuh dengan harapan dan kecemasan. Saya memohonkan kepada Allah tiga hal, lalu dikabulkannya dua dan ditolak yang satunya. Saya mohon supaya umatku jangan diuji dengan musim paceklik dan ini dikabulkan, saya memohon pula agar umatku tidak dapat dikalahkan oleh musunya dan ini pun dikabulkan, lalu saya mohon agar umatku jangan sampai terpecah belah menjadi beberapa golongan dan ini ditolak-Nya." (HR Ahmad, An Nasa'i, Al Hakim, dan Ibnu Khuzaimah. Oleh keduanya, hadits ini disahihkan.)

    6. Dapat Pahala Setara Umrah
    Dikutip dari buku 'Rahasia Kedahsyatan Shalat Sunah Setahun Penuh' oleh Ust M Kamaluddin S.Pd, IMM, berdasarkan Shahih al-Jami': 6346 "Barangsiapa yang mengerjakan sholat fajar (Subuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia sholat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.

    7. Sedekah untuk Seluruh Tubuh
    Dalam hadist riwayat Ahmad, Muslim, dan Abu Daud, dari Abu Dzar Al Ghiffari menyebutkan, sholat Dhuha merupakan ganti dari sedekah seluruh ruas tubuh

    "Hendaklah masing-masing darimu setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya, maka tiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, tiap kali bacaan tahmid adalah sedekah, tiap kali bacaan tahlil adalah sedekah, tiap kali bacaan takbir adalah sedekah, dan menyuruh kepada yang makruf adalah sedekah, dan mencegah yang mungkar adalah sedekah, dan sebagai ganti itu semua itu cukup lah melakukan dua rakaat sholat dhuha."

    8. Mendapat Keuntungan yang Besar
    Dari Abdullah bin 'A,r bin 'Ash Radhiyallahu 'anhuma, ia berkata Rasulullah SAW mengirim sebuah pasukan perang, Nabi Muhammad berkata

    "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepat lah kembali! Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya)."

    Lalu Rasulullah SAW berkata, "Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan)nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab 'Ya!'. Rasul berkata lagi 'Barangsiapa yang berwudhu, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan sholat Dhuha, di lah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya." (shahih Al Targhib)

    9. Sholatnya Orang yang Kembali Taat
    Keutamaan dan manfaat sholat Dhuha yang terakhir adalah menjadi sholatnya orang orang yang kembali taat. Dalam hadist riwayat Ibnu Khuzaimah, "Tidak lah menjaga sholat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat)."




    Selasa, 02 November 2021

    Pendidikan Agama Islam (8)

     Mapel AQIDAH AHLAK

    C.Riya

    1. Pengertian Riya

    Pengertian riya secara bahasa yakni berasal dari kata Arriyaa'u yang memiliki arti memperlihatkan atau pamer. Riya merupakan suatu perbuatan memperlihatkan sesuatu, baik barang atau perbuatan baik. Namun dengan tujuan agar dilihat oleh orang lain untuk mendapat pujian. Padahal sebenarnya tujuan utama dari beribadah atau beramal hanya dilakukan demi mencari ridha Allah SWT.

    Riya juga merupakan perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT. Karena perbuatan ini dilakukan tidak berdasarkan dengan niat semata-mata hanya untuk Allah SWT. Riya adalah bentuk dari syirik kecil di mana mampu merusak ibadah serta mengurangi pahala seseorang. Tahukah kalian, kebaikan yang didasarkan dengan riya tidak bernilai di hadapan Allah SWT.

    Perbuatan ini juga bisa diartikan sebagai sikap yang muncul akibat kurangnya pemahaman akan tujuan amal serta ibadah yang dilakukan. Riya muncul karena kurangnya iman kepada Allah, hari akhir dan ketidakjujuran kala menjalankan perintah agama. Orang riya adalah seseorang yang beribadah hanya karena ingin dianggap sebagai sosok taat pada agama.

    Hukum Riya

    Setelah mengetahui pengertian riya, umat Islam juga dianjurkan mempelajari hukum riya. Riya merupakan perbuatan tercela dalam ajaran Islam. Dikatakan sebelumnya, Allah SWT melarang hamba-Nya bersikap riya. Tak hanya itu, Allah SWT juga meminta hamba-Nya untuk menjauhi segala perbuatan yang merujuk pada riya. Hal tersebut juga telah tercantum dalam Al-Quran surah Baqarah:264 yang berbunyi:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia.”

    Hukum sikap riya adalah haram dan digolongkan dalam syirik kecil kepada Allah SWT. Ini juga sesuai dengan hadist sebagai berikut. Dari Mahmud bin Labid, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda,

    “Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: 'Ar Riya'.”

    Rasulullah juga mengajarkan setiap manusia untuk beramal. Namun dengan niat semata-mata hanya karena Allah SWT. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

    “....Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya amalan seseorang itu akan dibalas sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (Muttafaqun ‘alaihi).

    Itu berarti apabila seseorang melakukan suatu amalan karena Allah SWT, maka dia akan mendapatkan pahala. Sesuai dengan apa yang diniatkan. Sementara itu, bagi seseorang yang beramal dan beribadah tidak dilandasi niat karena Allah SWT, maka amalnya tidak akan diterima oleh Allah SWT.


    2.  Nifak
    Nifak dalam syariat agama Islam adalah menampilkan kebaikan dan menyembunyikan kejahatan. Dalam arti kata lain, nifak adalah orang munafik yang memasuki syariat dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain.

    Secara bahasa sendiri nifak berarti salah satu jalan keluar yarbu (hewan seperti tikus) dari sarangnya. Karena yarbu, jika dicari dari lubang yang satu, maka ia lari dan akan mencari dari lubang yang lain.
    Allah SWT berfirman dalam salah satu surat di alquran yang berbunyi:
    إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
    "Sesungguhnya orang-orang munafiq itu mereka adalah orang-orang yang fasiq". (At-Taubah/9:67)".
    Selain itu, dalam Alquran di surat lainnya, Allah SWT berfirman:
    Allâh Azza wa Jalla berfirman:
    إِنَّ الْمُنَافِقِينَ الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
    Artinya:
    "Sesungguhnya orang-orang munafik (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mNifak ini menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam secara sepenuhnya dan ia akan ditempatkan dalam neraka yang paling bawah. Ciri yang dapat dilihat adalah sifat buruk seperti kufur, tidak beriman, suka mengolok dan mencaci agama.
    Nifak ‘Amali (Perbuatan)
    Nifak ini merupakan suatu perbuatan orang munafik, namun masih memiliki keimanan dalam hati. Perbuatan ini tidak menyebabkan seseorang secara resmi keluar dari Islam atau murtad, namun berpotensi menjadi perantara ke hal-hal yang buruk.

    MAPEL IBADAH FIKIH
    Jihad Fii Sabilillah
    A. Pengertian Jihad Fii Sabilillah.
    QS. At-Taubah Ayat 122
    • ۞ وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ ࣖ

      122. Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.


      Secara khusus, ayat ini berkenaan dengan sariyah, yakni ekspedisi perang yang dikirim Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

      Ada dua nama perang di masa Rasulullah. Pertama, dinamakan ghazwah jika Rasulullah ikut dalam peperangan. Maka beliau tidak mengizinkan seorang pun dari kalangan kaum muslim laki-laki untuk tidak ikut berangkat, kecuali orang-orang yang berhalangan seperti usia tua, tidak cukup umur atau sakit. Pada saat demikian, mereka yang berjihad itulah yang belajar agama dan akan mengajarkan kepada kaumnya karena mereka berperang bersama Rasulullah dan mendapat tarbiyah dari beliau.

      Kedua, disebut sariyah. Yakni apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim pasukan sementara beliau tidak ikut berangkat. Dalam kondisi ini, sebagian kaum muslimin harus tinggal bersama Rasulullah untuk memperdalam pengetahuan agama. Sedangkan sebagian yang lain menyeru kaumnya dan memperingatkan mereka dari azab,
    • MAPEL TARIH ISLAM : 
    • Kemunduran Peradaban Islam di Dunia.
    • Sejarah dunia mencatat bahwa pengaruh Islam pernah menduduki posisi penting dalam peradaban global. Istilahnya adalah masa kejayaan Islam atau the Islamic Goden Age, yang mendominasi sejak abad ke-8 hingga 13 Masehi. Kota-kota Islam seperti Baghdad, Cordoba, Damaskus, Alexandria, dan lain sebagainya merupakan pusat peradaban dan kebudayaan yang menjadi tujuan utama pelajar dan mahasiswa dari berbagai penjuru bumi untuk menuntut ilmu.
    • Ibnu Khaldun, pakar sejarah dan sosiologi klasik menjelaskan bahwa kemunduran peradaban Islam disebabkan karena faktor internal dan eksternal di tubuh pemerintahan Islam. Pertama, faktor internal muncul dari menguatnya materialisme, yaitu kegemaran penguasa untuk menerapkan gaya hidup bermewah-mewahan. Sementara itu, korupsi, kolusi, nepotisme, dan dekadensi moral tumbuh subur di badan pemerintahan. Kedua, faktor eksternal muncul dari ketidakpuasan tokoh dan intelektual di negaranya. Akibatnya, mereka yang punya kapabilitas dan integritas pindah ke negara lain (braindrain) yang mengurangi Sumber Daya Manusia (SDM) terampil di negara Islam. Baca juga: Sejarah & Profil Sunan Gresik: Wali Penyebar Islam Pertama di Jawa Perkembangan Islam Dunia Benua Amerika dan Pengaruh Muslim Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Masa Dinasti Abbasiyah Akibatnya, orang-orang yang mengisi posisi pemerintahan bukanlah orang yang kapabel yang menyebabkan menurunnya produktivitas. Jangka panjangnya, pengembangan sistem politik dan pengetahuan juga turut menurun. Padahal, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya." (H.R. Bukhari).Kemunduran Dinasti Abbasiyah Kemunduran Dinasti Abbasiyah dimulai dari pemerintahan Khalifah Al-Muktasim (833-842). Khalifah ini dipandang tidak cakap dalam menjalankan pemerintahan. Namun, karena kepercayaan bahwa jabatan khalifah harus dipimpin oleh orang-orang keturunan Quraisy, alih-alih keturunan non-Arab, maka khalifah pendahulunya, Al-Makmun menyerahkan jabatan kepada saudaranya, Al-Muktasim. Padahal, saat itu pengaruh orang-orang Persia dan Turki amat kuat di tubuh pemerintahan Islam. Akibatnya, jabatan khalifah seakan hanya simbol. Keputusan-keputusan penting disetir oleh bawahan-bawahannya. Baca juga: Sejarah Singkat Kesultanan Cirebon: Kerajaan Islam Sunda Pertama Perkembangan Islam Dunia Benua Eropa: dari Spanyol hingga Prancis Sejarah Perkembangan Akulturasi Budaya Islam di Indonesia Setelah masa pemerintahan Al-Muktasim, khalifah-khalifah di bawahnya berada dalam dominasi orang-orang Persia dan Turki. Konflik internal mencari pengaruh yang lebih kuat ini membuat sistem pemerintahan menjadi keropos. Akhirnya, pada abad ke-11 M, kekuatan orang-orang Turki semakin kuat dengan hadirnya pengaruh Turki Seljuk. Kemunduran Dinasti Abbasiyah juga disebabkan luasnya wilayah kekuasaan yang tidak diimbangi dengan kapabilitas pemimpinnya. Pada saat bersamaan, sistem keuangan negara tidak stabil dan kontestasi politik yang demikian kuat menyebabkan Dinasti Abbasiyah kian terpuruk. Baca juga: Sejarah Masjid Saka Tunggal Kebumen: Ciri Arsitektur & Filosofinya Sejarah Kesultanan Bima: Peninggalan Kerajaan & Silsilah Raja-raja Tokoh Sejarah Islam: Bidang Keahlian, Karya, & Penemuannya Kemunduran Dinasti Umayyah Andalusia Setelah Dinasti Umayyah runtuh di Timur Tengah, kekuasaan berpindah ke Andalusia (Spanyol) berkat pelarian Abdurrahman, keturunan Bani Umayyah yang berhasil menegakkan pengaruh di wilayah semenanjung Iberia ini. Di Andalusia, ia mendirikan Dinasti Umayyah II yang sempat menjadi pusat peradaban dan kebudayaan Islam. Kemudian, pada masa khalifah Hajib Al-Mansur, mulai tampak benih-benih kemunduran di pemerintahan Islam. Khalifah Hajib Al-Mansur mengambil-alih tampuk kekhalifahan dari khalifah sebenarnya, Hisyam II, yang saat itu masih berusia 11 tahun. Lantaran dipandang masih terlalu muda dan belum pantas menjalankan negara, Hajib Al-Mansur mencoba mengambil-alih pengaruh Hisyam II. Baca juga: Sejarah Kerajaan Aceh: Sebab Runtuhnya Kesultanan & Silsilah Raja Perkembangan Islam di Afrika: Ethiopia, Mesir hingga Afrika Barat Hari Istiqlal 22 Februari: Sejarah Masjid Terbesar di Asia Tenggara Hajib Al-Mansur mempengaruhi para tentara Andalusia. Akibatnya, amat sedikit tentara yang setia pada khalifah. Selanjutnya, Hisyam II tak memiliki pilihan lagi kecuali mempercayakan jabatan khalifah kepada Hajib Al-Mansur. Setelah Khalifah Hajib Al-Mansur wafat, terjadi perebutan kekuasaan di tubuh pemerintahan Dinasti Umayyah yang menjadikan kacaunya sistem politik masa itu. Pada 1013, Dewan Menteri menghapuskan jabatan khalifah dan Andalusia terpecah ke banyak negara kecil. Dinasti Umayyah di Andalusia kemudian memasuki masa kemunduran yang dikenal dengan periode mulul al-thawaif. Sejak itu, jabatan pemerintahan hanya menjadi simbol belaka. Penguasanya adalah orang-orang Berber yang menyetir keputusan-keputusan politik dan kebijakan Dinasti Umayyah di Andalusia. Baca juga: Masjid Menara Kudus: Sejarah, Pendiri, & Ciri Khas Arsitektur Contoh Akulturasi Budaya Islam dalam Bidang Seni dan Bangunan Adab Bepergian dalam Islam, Jenis dan Manfaat saat Melakukan Safar Kemunduran Dinasti Fatimiyyah Dinasti Fatimiyyah mengalami kemuduran di masa khalifah Al-Hakim Biamrillah. Usai ia meninggal, 8 khalifah sesudahnya jatuh pada problem korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sejak khalifah Al-Zafir (1021-1036) sampai khalifah terakhir Al-Adid (1160-1171 M), para pejabat pemerintahan tenggelam dalam kemewahan duniawi. Urusan pemerintahan diserahkan kepada perdana menteri yang mengambil dominasi di tubuh pemerintahan. Akibatnya, jabatan khalifah hanya menjadi lembang negara, sedangkan pengaruh politik berada di tangan para Perdana Menteri yang menjabat. Selain itu, di masa khalifah Al-Hakim Biamrillah, terdapat konflik antara aliran Sunni dan Syiah. Khalifah ini menganut aliran Syiah dan ia mengangkatnya sebagai mazhab resmi negara. Padahal, mayoritas penduduk Mesir berpaham Sunni. Akibatnya, terjadi konflik antara rakyat dan penguasa. Apalagi para qadhi dan hakim dipaksa mengeluarkan putusan sesuai dengan ajaran Syiah yang melahirkan jurang perbedaan besar antara penduduk dan sistem hukumnya.

      MAPEL AL QUR'AN dan HADITS
    • Berperilaku Mulia Sesuai Tuntunan Al Qur'an dan Hadits.
    • Akhlak merupakan tingkah laku, perangai, atau tabiat baik dan buruk nya perilaku seseorang. Lalu yang menjadi tolak ukur dalam perilaku baik dan buruknya akhlak seseorang ialah dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist. Seseorang yang berperilaku sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist maka itu lah akhlak yang sempurnana yang tidak melanggar ajaran agama Islam. Di dalam kehidupan, akhlak tidak dapat dipisahkan, dan akhlak memiliki  peran yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan hubungan antara Allah, Manusia, Binatang, Tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Orang yang tidak memiliki akhlak yang baik akan berdampak sangat patal seperti perkelahian antar teman, tidak menghormati orang lain sehingga banyak orang yang tidak menyukai nya dan masih banyak lagi dampak jika tidak memiliki akhlak baik, akan tetapi jika seseorang memiliki perilaku yang baik  maka akan banyak dampak positif yang dia dapatkan seperti orang-orang suka berteman dengan nya, terciptanya solidaritas, tidak ada perselisihan antar teman dan lain-lain.

      Al-Qur’an diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat muslim, Manusia menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman menjalani hidup di dunia agar selalu berjalan pada poros yang telah Allah tentukan dengan tujuan mendapatkan kebaikan di Surga, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Karena kehidupan di dunia ini keseluruhan nya telah diatur oleh Allah dalam kitab sucinya Al-Qur’an tidak terkecuali masalah akhlak. Karena manusia hidup berdampingan dengan manusia lain maka perlu bagi setiap individu mempelajari tentang akhlak.

      Maka dari itu Allah memerintahkan kepada kita untuk bersikap baik kepada semua hal, Allah berfirman  dalam kitab suci Al-Qur’an yang berbunyi;

      وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

      “Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia”  (al-Baqoroh: 83)

      Ada beberapa ayat yang senada dengan bunyi ayat di atas baik secara langsung atau tidak langsung, di antaranya adalah firman Allah:

       وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

      “Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik (benar)” (al-Isro: 53)

      Juga ada ayat yang memerintahkan kita jika berdebat dengan ahli kitab agar dengan cara yang baik pula:

       وَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ

      “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka”  (al-Ankabut: 46)

      وَلا تَنْهَرْ هُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا

      “Dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia” (al-Isro: 23)

      Allah beberapa kali mengulang dan membicarakan tentang Akhlak, dapat ditarik kesimpulan bahwa akhlak sangat penting dan diperintahkan oleh Allah kepada manusia. Agama Islam telah memiliki figur akhlak yang sangat sempurna, beliau adalah Nabi Muhammad SAW, Allah berfirman di dalam Al-Qur’an;

      لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا


      Artinya: : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al-Ahzab 33:21)


      Selain itu Rasulullah juga menyatakan bahwa kehadiran beliau sebagai Nabi dan Rasul di muka bumi untuk menyempurnakan Akhlak, Rasulullah bersabda;

      إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ

      Artinya : Sesungguhnya saya ini diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.( HR.Muslim).


      Ada beberapa nilai kebaikan  yang diperoleh ketika kita melakukan kebaikan sesuai dengan firman Allah di dalam Al-Qur’an,

      مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

      Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl : 97)

      قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

      Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az-Zumar :10)